Tercelanya suka dipuji

Ditulis Oleh

Kategori

blog

Dipublikasikan

Bagikan Melalui

Dikutip dari Kajian kitab Qobasun Nurul Mubin karya Al-Habib Umar bin Hafidz.
Rutinan Majelis Jum’at Pagi bersama Habib Hasan bin Ali Assegaf.

6 Rajab 1444H / 27 Januari 2023

Tercelanya sifat suka dipuji dan tercelanya sifat riya’

Allah سبحانه و تعالى tidak menerima amal seorang hamba kecuali yang terbebas dari sifat riya’ dan syirik. Yang termasuk kategori syirik adalah ketika ingin dipuji oleh manusia sehingga seakan-akan tidak menyembah Allah سبحانه و تعالى. Meninggalkan ibadah karena takut dipuji manusia adalah termasuk ibadah yang riya’. Jadi, jika diibaratkan, riya’ adalah niatnya, sedangkan syirik adalah amalannya. Keduanya adalah amalan yang mengharap pujian manusia.

Allah hanya menerima ibadah seorang hamba yang murni dan bersih dari sifat riya’ dan syirik.Syirik membuat seseorang bangga dengan pujian orang. Sedangkan riya’ masih berupa keinginan untuk dipuji. Jika sudah diamalkan menjadi ibadah yang dikerjakan untuk menuai pujian orang maka sudah masuk dalam derajat syirik. Yakni ibadah untuk hal selain Allah. Syirik (menyekutukan/menduakan Allah) menurut sebagian ulama’ dibagi menjadi 2 kategori:

  1. Syirkul Asghar (Syirik kecil): Riya’, Ibadah yg menyembah kepada selain Allah SWT.
  2. Syirkul Akbar (Syirik besar): Menyembah berhala

Semakin ikhlas ibadah kita, semakin banyak kenikmatan yang kita dapatkan dari Allah. Jangan beribadah karena mengharap dunia, misal mengamalkan shalawat syajarotun nuqud karena berharap mendapat rejeki yang banyak seperti punya pohon uang di depan rumah, itu termasuk kategori ibadah karena dunia. Fadhilah luasnya rejeki itu adalah bonus. Niat utamanya mengamalkan shalawat karena Allah, karena rasa cinta kepada Rasulullah. Luasnya rejeki itu adalah bonus. Bukan tujuan utama dari amal ibadah kita. Ibadahlah karena mencari ridhanya Allah SWT. Ibadahlah untuk mencari rahmatnya Allah. Dunia akan menjadi bonus. Semakin tulus kita ibadah karena Allah, maka justru semakin banyak dunia yang kita dapat. Fokuslah ke akhirat, maka dunia akan mengejarmu. Semakin kita ibadah karena dunia, semakin dunia itu menjauh dari kita. Dunia itu semakin kita cari dan semakin kita harap-harapkan, maka akan semakin mengecewakan kita. Karena memang seperti itulah sifat dunia.

Kata Nabi ﷺ dalam haditsnya, “ada 2 penyakit yang paling Aku takuti menyerang umatku:

  1. Riya’, yaitu beramal bukan karena Allah, namun karena ingin mencari pujian manusia (hubbul jah = suka dipuji), dan
  2. Syahwat yang ringan.”

Karena dari syahwat yang ringan akan tumbuh syahwat yang besar. Syahwat bukan hanya urusan lawan jenis, namun bisa urusan cinta dunia (jabatan, materi, dsb). Jika seseorang sudah terkena syahwat akan habis pahala ibadahnya dan akan habis waktunya. Syahwat adalah kecondongan hati kepada sesuatu yang tidak diridhai Allah SWT.

Nabi ﷺ juga berkata, “Karena sesungguhnya riya’ masuk ke dalam hati umatku lebih samar daripada langkah kaki semut hitam, diatas batu hitam, di kegelapan malam.”

Riya’ bisa terjadi secara spontan, muncul secara tiba-tiba dan halus. sering tidak kita sadari. Maka Rasulullah memerintahkan kita untuk memperbanyak do’a untuk menguatkan hati:

يَامُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلٰى دِيْنِكَ

Ya Allah, wahai Sang Pembolak-balik Hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.

Jika iman telah menancap kuat dalam hati maka tidak akan mudah terserang riya’. Riya’ bisa muncul bertahun-tahun kemudian, ketika kita mengungtkit amal kita yang dulu kala. hilanglah pahalanya seketika itu ketika kita menghungkitnya.

Sangking samarnya penyakit riya’ bahkan para ulama’ & ahli ibadah pun bisa terserang penyakit riya’. Riya’ adalah tipu daya nafsu yang menghanguskan pahala yang kita kumpulkan selama ini. Ulama dan ahli ibadah adalah orang-orang yang giat melawan hawa nafsunya bahkan menjaga diri dari hal2 subhat. Sehingga setan menggoda mereka dari hal-hal yang samar.

7 golongan orang yang akan mendapatkan naungan dihari dimana tidak ada naungan selain naungan Allah SWT:

  1. pemimpin yang adil,
  2. seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah,
  3. seorang yang hatinya bergantung ke masjid,
  4. dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya,
  5. seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah,
  6. seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya, serta
  7. seseorang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.

Diantara 7 golongan ini ada 1 yang paling mulia, yaitu seorang laki2 yang diajak berzina namun ia menolak karena takut kepada Allah. kenapa? karena meninggalkan kemaksiatan itu lebih afdhol daripada menambah ibadah.

Diantara tandanya riya’ adalah jika mendapat pujian semakin semangat ibadahnya. Jika dipuji jangan terlena. berdo’alah dalam hati, mohon kepada Allah:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ

Ya Allah jadikan aku lebih baik dari pada penilaian yang mereka berikan untukku.

Simak kajian selengkapnya dalam audio berikut

Ingin menyalurkan sadaqah jariyah Anda?

BSI | No. Rekening 7712312127
a.n. Majelis Maulid dan Talim Assyifa
Konfirmasi: Bpk. H. Mursodo ( 081331194777 )